foto1
foto1
foto1
foto1
foto1



EVALUASI DAN KONSULTASI DAK SUB BIDANG KB 2019 BUKA RUANG DISKUSI

EVALUASI DAN KONSULTASI DAK SUB BIDANG KB 2019 BUKA RUANG DISKUSI

Evaluasi dan Konsultasi secara Mendalam dan Focus pada Permasalahan Utama Diharapkan dapat Menyamakan Persepsi antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota

 

Kepala DP3AKB Kota Probolinggo, Drs, Sukam, M.Si. (Kanan) memberikan Salam Genre saat Menghadiri Sosialisasi dan Konsultasi Pelaksanaan Anggaran DAK Tahun 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo. Rabu (31 Januari 2019)

 

Kamis (31/1) Yogyakarta - Kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Pelaksanaan Anggaran DAK Sub Bidang KB tahun 2019 yang diselenggarakan di hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta dibuka langsung oleh Wagub DIY, Sri Paku Alam X dan dihadiri oleh Tim Pengendali DAK Pusat, Perwakilan BKKBN Provinsi dan OPD KB Kabupaten/Kota.

Forum sosialisasi dan konsultasi yang diadakan untuk menyebarluaskan informasi terkini Peraturan Kepala BKKBN tentang petunjuk operasional penggunanaan Dala Alokasi Khusus Sub Bidang KB Fisik dan Non Fisik tahun 2019, pun menjadi forum untuk melakukan evaluasi dan konsultasi  antara Tim Pengedali DAK Sub bidang KB Pusat dengan Pengelola DAK Sub Bidang KB yang ada di OPD Kabupaten/Kota.

Forum evaluasi dan konsultasi dilaksanakan pada akhir sesi materi oleh Tim Pengendali DAK Sub Bidang KB Pusat dengan OPD Kabupaten/Kota untuk mengukur dan melihat laporan hasil pelaksanaan DAK Sub Bidang KB di daerah baik Fisik maupun Non Fisik yang dimasukkan dalam data basis DAK pada aplikasi Morena.

Evaluasi dan konsultasi ini juga menyediakan ruang untuk melakukan diskusi lebih mendalam tentang permasalah-permasalahan pelaksanaan program DAK di daerah dan mencari solusi terbaik guna pemanfaatan operasional DAK Sub Bidang KB yang lebih baik berorientasi pada hasil dan prioritas.

Sekretaris Utama BKKBN Pusat, H. Novrizal dalam sambutannya mengatakan bahwa DAK Program Keluarga Berencana tahun 2019 ini mengalami kenaikan sekitar 600 miliar dari tahun 2018 menjadi 2,6 triliun, yang diperuntukkan untuk 2 bagian besar yaitu DAK Fisik dan DAK Non Fisik.

DAK Fisik Sub Bidang  KB dilaksanakan untuk melengkapi kekurangan sarana dan prasarana yang masih tersisa, baik untuk pembangunan balai penyuluhan, penyediaan alat transportasi mapun media-media KIE. Sedangkan DAK Non Fisik digunakan untuk biaya operasional keluarga berencana yang meliputi biaya operasional kampung KB, biaya operasional balai penyuluhan dan biaya untuk kelancaran distribusi atau penyaluran alokon dari gudang penyimpanan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara Kepala DP3AKB Kota Probolinggo, Drs. Sukam M.Si. yang juga ikut berpartisipasi aktif dalam acara ini mengatakan bahwa evaluasi dan konsultasi pada kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan persepsi yang sama antara pusat, provinsi dan kebupaten/kota melalui koordinasi dan singkronisasi secara langsung sehingga permasalah-permasalahan yang ada pada pelaksanaan program KB dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Semoga di tahun 2019 ini pemanfaatan DAK Sub Bidang KB - Fisik maupun Non Fisik di Kota Probolinggo bisa kita laksanakan secara efektif dan maksimal untuk kepentingan pelaksanaan program KKBPK, terlebih tahun ini terdapat dukungan yang serius dari pemerintah terhadap penanggulangan stunting   yang melekat langsung pada DAK bidang kesahatan, “imbuhnya”.