foto1
foto1
foto1
foto1
foto1



IBU WALIKOTA BERI REWARD KADER KADER IMP PEROLEH AKSEPTOR KB MKJP TERBANYAK

Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH. M.Si. memberikan reward kepada Kader IMP peroleh akseptor KB MKJP terbanyak dan memberikan piala penghargaan kepada peraih juara 1, 2 dan 3 kader IMP terbaik se Kota Probolinggo pada acara Pembinaan Kader IMP Kota Probolinggo Tahun 2017 di Puri Manggala Bhakti Pemkot Probolinggo. (Rabu, 13/12)

 

Dalam sambutannya Ibu Walikota Probolinggo mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan yang merupakan hasil kerja keras seluruh rakyat Indonesia menyertakan berbagai problematika, yang cukup memperhatikan adalah pesatnya jumlah pertumbuhan penduduk. “Saat ini hampir di setiap tempat penuh dengan penghuni. Dapatkah kita membayangkan betapa akan sempit dan makin sulitnya usaha-usaha kita apabila penduduk semakin membengkak. Kenyataan inilah yang mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan program nasional Keluarga Berencana” ujar Ibu Hj. Rukmini, SH.

 

Problematika kependudukan pun sering kita jumpai bahkan dalam lingkungan masyarakat yang lebih kecil, yaitu keluarga. Jumlah keluarga yang padat dalam suatu keluarga tidak luput dari masalah seperti halnya pengawasan pendidikan terhadap anak yang kurang terpusat dan cenderung terbengkalai; pengawasan terhadap kebutuhan kesehatan yang kurang terpenuhi; kesehatan ibu yang tidak terjamin; dan kebutuhan pelayanan terhadap keluarga secara keseluruhan yang kurang terawat karena banyaknya masalah atau persoalan yang dihadapi.

 

Dengan adanya program keluarga berencana ini dapat memberikan jalan keluar dengan membentuk keluarga kecil yang bahagia,terdiri dari ayah, ibu dan dua anak “laki-laki perempuan sama saja”.

 

Untuk itu, Kepala DPPPAKB Kota Probolinggo, Drs. SUKAM, M.Si. mengajak kepada kepada seluruh kader PPKBD dan Sub PPKBD untuk terus meningkatkan cakupan prolehan calon ekseptor KB sesuai dengan target yang ditentukan dan meningkatkan kualitas peran dan fungsinya sebagai penggerak dan pengelola program kependudukan dan keluarga berencana berbasis masyarakat.